
Jenis-Jenis Drainase dan Fungsi Masing-Masing dalam Pengelolaan Air : Drainase merupakan sebuah konstruksi yang menjadi media untuk mengalirkan air dari satu titik ke titik lain yang dinilai sangat penting untuk membantu proses pengaliran air seperti curah hujan, agar tidak terjadi genangana atau banjir.
Sistem drainase membantu pada berbagai konstruksi bangunan seperti rumah, gedung kantor, dan area perkotaan atau pemukiman untuk mengurangi genangan air atau banjir pada area tertentu. Sistem ini juga membantu mengalirkan air ke area badan air terdekat.
Tujuan pembuatan drainase adalah untuk mengurangi dan membuang kelebihan air dari suatu kawasan agar lahan tersebut bisa berfungsi secara optimal sesuai dengan kegunaannya. Sistem ini juga dapat mengendalikan erosi tanah serta kerusakan pada jalanan dan bangunan yang ada di sekitarnya.
Drainase dapat meminimalkan dampak negatif dari aliran limpasan untuk kualitas air sungai serta mengurangi genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk-nyamuk penyebab penyakit.
Jenis-jenis Drainase
Terdapat beberapa jenis drainase yang dibagi atas berbagai sudut pandang dan aspek. Dilansir situs dpu.kulonprogokab.go.id, jenis-jenis drainase adalah sebagai berikut.
1. Berdasarkan Sejarah Pembuatannya
Berdasarkan sejarah pembentukannya, drainase dibagi menjadi 2 jenis, yakni drainase alami dan drainase buatan.
- Drainase Alami : Drainase alami adalah drainase yang terbentuk secara natural tanpa adanya campur tangan manusia dan bantuan dari sarana pendukung seperti gorong-gorong, batu, beton, dan lain-lain. Drainase alami ini terbentuk dari gerakan air akibat adanya gaya gravitasi bumi, sehingga lama kelamaan terbentuklah jalan air permanen.
- Drainase Buatan : Drainase buatan adalah drainase yang sengaja dibangun oleh manusia. Dalam hal ini, drainase buatan membutuhkan bantuan sarana pendukung seperti pipa, batu, beton, dan lain sebagainya.
2. Berdasarkan Letak Saluran
Berdasarkan letak salurannya, drainase dibagi menjadi 2 jenis, yakni permukaan dan bawah tanah.
- Drainase Permukaan : Sesuai dengan namanya, drainase permukaan terletak di atas permukaan tanah dan bertugas untuk mengalirkan air yang menggenang di permukaan jalan.
- Drainase Bawah Tanah : Drainase bawah tanah terletak di bawah permukaan tanah dan bertujuan untuk mengalirkan air yang menggenang di permukaan. Untuk dapat membangun drainase bawah tanah lebih rumit dibanding drainase permukaan karena saluran drainase tersebut harus berada di dalam tanah.
3. Berdasarkan Fungsi
fungsi tunggal dan fungsi beragam.
- Drainase Fungsi Tunggal : Drainase fungsi tunggal (single purpose) adalah saluran drainase yang dibuat secara khusus untuk mengalirkan 1 jenis air buangan saja. Sebagai contoh, saluran drainase untuk mengalirkan air hujan tidak boleh dicampur dengan air buangan limbah lain.
- Drainase Fungsi Beragam : Berbeda dengan drainase single purpose, drainase fungsi beragam (multi purpose) dibuat untuk dapat mengalirkan beberapa jenis air buangan, baik sekaligus maupun bergantian satu per satu.
4. Berdasarkan Konstruksi
Berdasarkan konstruksinya, saluran terbuka dan saluran tertutup.
- Drainase Saluran Terbuka : Drainase dengan saluran terbuka memiliki bagian atas yang terbuka dan biasanya digunakan untuk mengalirkan air yang tidak mengandung limbah yang berbahaya, seperti air hujan. Jenis drainase ini banyak ditemukan di daerah yang luas.
- Drainase Saluran Tertutup : Drainase saluran tertutup adalah drainase yang lebih sering ditemukan di jalan raya dan sarana lainnya di daerah pemukiman. Bagian atas dari saluran ini tertutup dan biasa digunakan untuk mengalirkan air limbah.
5. Berdasarkan Bentuk Jaringan
Berdasarkan bentuk jaringannya, drainase dibagi menjadi 5 jenis, yakni drainase bentuk siku, paralel, gridiron, alamiah, radial, dan jaring-jaring
- Drainase Siku : Drainase dengan jaringan berbentuk siku biasanya dibangun pada wilayah yang letak permukaannya lebih tinggi dibanding sungai. Sungai tersebut kemudian digunakan sebagai tempat pembuangan akhir. Saluran cabang dan saluran utama membentuk sudut siku-siku.
- Drainase Alamiah : Drainase alamiah bentuknya hampir mirip dengan bentuk siku, namun saluran cabang dengan saluran utamanya tidak membentuk sudut siku-siku, melainkan berbentuk seperti anak panah. Beban sungai pada bentuk ini biasanya lebih besar.
- Drainase Paralel : Pada drainase paralel, saluran utama terletak sejajar dengan saluran-saluran cabang lainnya. Jumlah saluran cabang ini juga cukup banyak dan disesuaikan dengan keadaan wilayah.
- Drainase Jaring-jaring : Drainase jaring-jaring bentuknya disesuaikan dengan arah jalan raya. Drainase ini banyak digunakan pada daerah dengan permukaan (topografi) mendatar.
- Drainase Radial : Drainase radial umumnya digunakan pada kawasan perbukitan, di mana saluran cabangnya memancar ke seluruh arah.
- Drainase Gridiron : Pada drainase gridiron, saluran utama berada di sisi paling ujung dan saluran cabang lainnya tidak mengelilinginya layaknya drainase paralel. Drainase gridiron banyak digunakan di daerah pinggiran sungai.
Itulah dia beberapa hal seputar drainase, mulai dari pengertian hingga fungsi dan jenisnya yang perlu kamu ketahui! Bagaimana, sudah tidak lagi bingung dengan sistem drainase bukan?
No responses yet